PENERAPAN MEDIA BERBASIS ALAM DALAM MENGEMBANGKANKREATIVITAS ANAK USIA 3–4 TAHUN DI KB IHYAUL ISLAMGUNGGUNGAN LOR

Authors

  • Nur Cholilah Universitas Bakti Indonesia
  • Andi Wapa Universitas Bakti Indonesia
  • Shovi Yatul Istifadah Universitas Bakti Indonesia
evaluasi kurikulum, pembelajaran IPS, pelaksanaan kurikulum, SMP Negeri 6 Jember

ABSTRACT

Creativity is a developmental domain that must be stimulated from an early age through learning that gives children room to explore and express ideas. Nature-based media are considered relevant for this purpose because they offer concrete, multisensory, and open-ended learning experiences. This study describes how nature-based media are implemented and how the creativity of children aged 3–4 years develops at KB Ihyaul Islam Gunggungan Lor. A qualitative descriptive design was used. Informants comprised the head of the playgroup, the teacher of the 3–4 year group, and fourteen children, selected purposively. Data were gathered through participant observation across eight sessions, semi-structured interviews, and documentation, then analysed with the Miles and Huberman interactive model. Credibility was established through source and technique triangulation, member checking, and prolonged engagement. The findings show that nature-based media were applied through planning, enactment, and evaluation phases in which the teacher acted as a facilitator rather than a demonstrator. Children’s creativity developed across four indicators: fluency, flexibility, originality, and elaboration, with flexibility and originality growing most visibly. Openness of the material, freedom from a single correct model, and responsive scaffolding were the conditions that made the growth possible.

Keywords: nature-based media, creativity, early childhood, loose parts, divergent thinking

ABSTRAK

Kreativitas merupakan aspek perkembangan yang perlu distimulasi sejak usia dini melalui pembelajaran yang memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi dan mengekspresikan gagasan. Media berbasis alam dipandang relevan karena menghadirkan pengalaman belajar yang konkret, multisensoris, dan terbuka. Penelitian ini mendeskripsikan penerapan media berbasis alam serta perkembangan kreativitas anak usia 3–4 tahun di KB Ihyaul Islam Gunggungan Lor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan terdiri atas kepala KB, guru kelompok usia 3–4 tahun, dan empat belas anak yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif selama delapan pertemuan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, member check, serta perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media berbasis alam diterapkan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan guru berperan sebagai fasilitator, bukan pemberi contoh jadi. Kreativitas anak berkembang pada empat indikator, yaitu kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi, dengan keluwesan dan keaslian sebagai indikator yang paling tampak. Keterbukaan bahan, ketiadaan model tunggal, serta pendampingan yang responsif menjadi kondisi yang memungkinkan perkembangan tersebut.

Kata kunci: media berbasis alam, kreativitas, anak usia dini, loose parts, berpikir divergen

2024-06-22
2024-06-22