Pengembangan Spiritual Kolektif dalam Pengembangan Budaya Religius : Studi Multikasus di Pondok Pesantren di Madura

Authors

  • Miftahol Arifin STIS Salafiyah Sumber Duko Pamekasan
Kepemimpinan Spiritual Kolektif, Budaya Religius, Pondok Pesantren

Kepemimpinan spiritual kolektif di pondok pesantren merupakan model kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai spiritual dan dijalankan secara kolaboratif dalam membimbing kehidupan pesantren. Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi pemimpin dan pengikut serta strategi kepemimpinan spiritual kolektif dalam mengembangkan budaya religius di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Sokobanah, Sampang dan Pondok Pesantren Mashlahatul Hidayah, Bluto, Sumenep. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multikasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dengan pendekatan fenomenologis. Kajian ini berpijak pada teori kepemimpinan spiritual Fry yang menekankan visi, keyakinan, dan kasih sayang altruistik, serta teori shared leadership Pearce dan Conger mengenai kepemimpinan kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi pemimpin dan pengikut di kedua pesantren dibangun atas ikatan spiritual dan budaya yang kuat. Di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, relasi berlangsung secara hierarkis-partisipatif dengan nilai khidmah dan barakah sebagai fondasi, sedangkan di Pondok Pesantren Mashlahatul Hidayah lebih dipengaruhi oleh senioritas dan kharisma pengasuh. Strategi pengembangan budaya religius di Mambaul Ulum bersifat partisipatif dan inovatif melalui pelibatan seluruh warga pesantren, sementara Mashlahatul Hidayah menitikberatkan pada pelestarian tradisi spiritual. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual kolektif berperan penting dalam memperkuat budaya religius, meskipun diwujudkan melalui karakter relasi dan strategi yang berbeda sesuai dengan konteks masing-masing pesantren.

2026-06-30
2026-06-30